Postingan

FGD DALAM MERUMUSKAN PARIWISATA HALAL BERSAMA SKPD, UIN KHAS, MUI, KEMENAG, PHRI DAN POKDARWIS KABUPATEN BANYUWANGI SEKALIGUS PENDAMPINGAN PARIWISATA HALAL DI KECAMATAN ROGOJAMPI DAN KECAMATAN LICIN KABUPATEN BANYUWANGI

Gambar
       Pariwisata halal sebetulnya sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Mentri Pariwisata nomor 1 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata. Dimana pada Bab III  berkaitan penyelenggaraan sertifikasi Usaha Pariwisata Halal. Pariwisata Halal bukan hal yang tabu lagi karena Indonesia merupakan salah satu negara yang punya potensi  wisata halal   mengingat mayoritas penduduknya beragama  Islam . Turki dan Arab Saudi bersama Indonesia menempati peringkat kedua dengan total poin yang sama, yaitu 70 dan Uni Emirat Arab (66), Qatar (64), Iran (63), Yordania (63), Bahrain (62) dan Singapura (62) [1]             Pariwisata halal sebetulnya juga sudah dikonsep melalui Panduan Penyelenggaraan Pariwisata Halal oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata tahun 2019 tujuannya adalah untuk memberikan panduan praktis bagi pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha serta...

Pendampingan

Gambar
    Penarikan mahasiswa KKN sekaligus mengunujungi beberapa UMKM seperti kripik  pisang, dan kripik singkog,kripik usus, tape, tempe dan batik yang ada di Desa arjasa.     Masih banyak kendala yang ditemukan di Desa Arjasa. termasuk beberapa pelaku UMKM belum memahami bagaimana prosedur mengurusan ijin usaha, PIRT bahkan menuju ke sertifikat halal. Padahal tahun 2024  produk- produk yang tidak memenuhi unsur halal dan tidak mendapatkan sertifikat halal susah mendapatkan ijin edar.      Sehingga hal ini merupakan tugas kita bersama untuk membantu masyarakat mikro. Seperti desa Arjasa, kecamatan Arjasa , kabputaen Jember bahkan akademisi seperti dat UIN Jembe dan lainnya. r.          

Pendampingan bersama mahasiswa KKN Posko 45 Dalam rangka mewujudkan ekonomi kreatif berbasis Pariwisata Ramah Muslim di Desa Arjasa

Gambar
Mendampingi Mahasiswa KKN Posko 45  dalam rangka menyambut kedatangan ibu bupati jember.  maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan sektor perekonomian masyarakat.  Kehadiran ibu Bupati Jember salah satunya adalah melihat beberapa potensi dan progress yang  hasillan oleh BUMDES dan  masyarakat Desa Arjasa.   Progres tersebut antara lain adanya pembangunan wahana bermain anak, kolam renang untuk orang dewasa dan anak. Adanya lokasi untuk  berjualan bagi para pedagang makanan seperti nasi dan bakso, es buah dan lainnya serta lokasi untuk para penjual makanan dan minuman ringan yang dihasilkan oleh para pelaku UMKm dari masyarakat desa Arjasa. Bahkan juga terdapat lokas bagi para penjual buah yang dihasilkan oleh masyarkat Arjasa seperti  durian, pisang, manggis dan lainnya bahkan pete dan segala jenis umbi- umbian yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Arjasa.        Pada kesempatan ini juga DPL KKN Posko 45 juga meng...

3 Januari Sebelum Pelepasan mahasiswa KKN di Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

Gambar
 Desa Arjasa adalah desa yang kaya akan potensi, mulai dari peninggalan sejarahnya seperti Punden Berundak, peninggalan megalitikum berupa batu kenong dan dolmen yang ada di Situs Calok, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baik di bidang kesenian hingga pangan hasil dari tangan-tangan kreatif masyarakat Desa Arjasa. Kekayaan ini memunculkan sebuah pemikiran bahwa Desa Arjasa memiliki bakat untuk menjadi Desa Wiata yang layak untuk dikembangkan. Maka dari itu, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember, menjadikan Desa Arjasa menjadi sebuah desa binaan. Selain untuk mengembangkan potensi yang ada, juga untuk memakmurkan perekonomian yang ada di Desa Arjasa melalui pengembangan Desa Wisata. Sebelum melakukan program untuk mementukan langkah- langkah yang tepat dalam mengembangkan Desa  Arjasa menjadi desa wisata Ramah muslim ( Halal ) maka kami diundang oleh RRI Jember untuk menjelaskan langkah- langkah apa saja yang dibuat oleh UIN Khas Jember untuk ...

PERAN PENTING LINGUSITICS DALAM TERJEMAHAN DAN LINGSITICS DALAM PENERAPANNYA BY.Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd

Alhamdulillah dua buku persembahan Purnabakti dari Prof. DR. DRs. Ida Bagus Putra Yadnya.,M.A telah publikasi pertanggal 25 Desember 2022 dan  .      Tulisan ini saya persembahkan kepada dua guru besar saya Prof,DR. DRS. IDA Bagus PUtra .  Pura Yadnya seorang professor yang ahli d ibindang Translation ( terjemahan) , dan Prof Made Budiarsa seorang Professor yang ahli dibidang Applid Lingusitics baik Applied Lingustics for Education maupun Applied Lingusitics for Tourism.  Kedua Professor ayang telah saya tulis adalah dosen saya di Fakultas Ilmu Budaya . Prodi S3 Ilmu Lingusitics. Teringat apa yang dijelaskan dan disampaikan Prof Putra yandnya bahwa  Ilmu Lingusitics memiliki peran pening dalam hal menterjemahkan karena hal ini beekaitan dengan pendalaman secara mikro dan makro lingusitics. Seorang penterjemah pasti harus memiliki kemampuan yang bagus khusunya dibidang terjemahan. Sementara itu Penterjemahan itu erat kaitannya dengan bebeeapa aspek...

KONSEP PARIWISATA RAMAH MUSLIM ( HALAL ) DI DESTINASI WISATA DAN DESA WISATA di BANYUWANGI by : Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd

Gambar
                               Dokumentasi bersama Tim LPH, Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah .,S.Pd .,M.SI , Panitia Jambore Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi             Konsep Pariwisata Ramah Musilm ( Halal ) merupakan konsep yang dirancang dan digodok oleh akademisi dan  Tim LPH UIN Khas Jember dengan selalu berkoordinasi ke PEMDA Banyuwangi melalui Sekretaris Daerah asisten bidang Perekonomian, Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi, dan juga melibatkan hampir seluruh SKPD di Kabupaten Banyuwangi serta juga melibatkan isntitusi yang bersinggungan dengan destinai wisata dan konsep pariwisata Ramah Muslim termasuk  Perhutani, Kementrian Agama bahkan Taman Nasional dan Asosiasi PHRI.   Pariwisata Ramah muslim ( halal) bukan hanya menciptakan pariwisata yang hanya dikhususkan kepada wisatawan Muslim saja tepati pariwisata ramah mu...

Desa Wisata tidak karena Simbol Penghargaan saja . By Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.,M.Pd

Gambar
      Berdiskusi antara akademisi UIN Khas Jember, Kabid Budaya, Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Perangkat Desa dan  pengelola Dsa Wisata   Predikat sebagai desa wisata yang maju, inspiratif  dan berkelanjutan merupakan idaman bagi setiap desa.Hal ini bisa menjadi pemicu bagi setiap desa dalam rangka mengejar untuk mendapatkan anugerah desa wisata tersebut menjadi desa yang diharapkan. Suatu desa wisata dikatakan sukses tidak hanya karena prestasinya atau seringnya mendapatkan penghargaan baik mendapat anugerah dari  tingkat daerah, nasional maupun Internasional dan anugerah- anugerah lainnya. Akan tetapi desa yang maju dan mandiri adalah desa yang mampu berpihak pada ekonomi kerakyatan. Dimana masyarakat mampu merasakan dampak dari pembangunan dari desa wisata tersebut.  Desa wisata terbagi atas tiga tingkatan antara lain; desa wisata rintisan, desa wisata berkembang dan desa wisata maju atau...