Dokumentasi bersama Tim LPH, Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah .,S.Pd .,M.SI , Panitia Jambore Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi
Konsep Pariwisata Ramah Musilm ( Halal ) merupakan konsep yang dirancang dan digodok oleh akademisi dan Tim LPH UIN Khas Jember dengan selalu berkoordinasi ke PEMDA Banyuwangi melalui Sekretaris Daerah asisten bidang Perekonomian, Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi, dan juga melibatkan hampir seluruh SKPD di Kabupaten Banyuwangi serta juga melibatkan isntitusi yang bersinggungan dengan destinai wisata dan konsep pariwisata Ramah Muslim termasuk Perhutani, Kementrian Agama bahkan Taman Nasional dan Asosiasi PHRI. Pariwisata Ramah muslim ( halal) bukan hanya menciptakan pariwisata yang hanya dikhususkan kepada wisatawan Muslim saja tepati pariwisata ramah muslim (halal) adalah konsep yang membawa Pariwisata Ramah Muslim dan hali ini berkaitan pariwisata Syariah dengan komponen di dalamnya terdapat komponen Halal Tourism. Pariwisata Ramah Muslim ( Moslem Friendly ) merupakan pariwisata syariah yang membawa konsep seputar ; Acces, Language and Communication, Environment dan Services. Sedangkan bagian dari Pariwisata Ramah Muslim ( Moslem Friendly) adalah Pariwisata Halal atau ( Halal Tourism) yang membawa konsep Halal berkaitan dengan produk dan sarana serta prasarana ibadah juga kondisi destinasi yang memenuhi unsur bersih dan rapi ( tidak kumuh).
Berbicara pariwisata maka kita tidak akan lepas dari ruhnya pariwisata yaitu Sapta Pesona. Sapta pesona tersebut meliputi; Kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan, kesejukan, keramah tamahan, kenangan. Dan Pariwisata ramah Muslim ( Moslem Friendly) masuk juga dalam ruh pariwisata tersebut.
Akses dalam Pariwisata Ramah Muslim (Halal) berkaitan dengan akses jalan dan sarana transportasi menuju destinasi seperti akses darat, udara dan laut yang mudah dan tidak berbelit- belit. Akses ini bisa memanfaatkan jasa-jasa travel yang pelayanannya ramah dengan mengedepankan ukhwah islamiyah. Akes keamanan dan ketertiban dari sebuah destinasi juga diperlukan oleh para wisatawan.
Language and Communication berkaitan dengan bahasa (linguistics) terutama bagi para pemandu wisata Ramah Muslim ( Halal), Pelayanan dari pengelola destinasi yang ramah, penjual produk- produk makanan dan minuman di sekitar kawasan destinasi wisata. Keramah tamahan juga sangata diperlukan untuk mengangkat citra dan majunya dan berkembangnya sebuah destinasi wisata.
Environment dalam pariwisata ramah muslim ( Halal) berkaitan dengan lingkungan yang bersih, nyaman, bersih, aman, tertib, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadahi.
Sementara itu Sevices berkaitan dengan pelayanan dimana dalam konsep pariwisata Ramah Sulism (Halal) berkaitan dengn bagiamana pengelola destinasi tersebut mampu memberikan pelayananan serta mampu memenuhi unsur ramah muslim seperti pelayanan dalam hal penyediaan sarana ibadah yang memadahi termasuk mushola yang bersih, peralatan sholat yang suci, sajadah yang suci, al quran. pelayanan terhadap jasa pelaku UMKM yang berjualan disekitar destinasi serta pelayanan dari pengelola destinasi tersebut dengan tetap bebenah diri untuk selalu mengembangkan potensi destinasi.
Halal is a part of Moslem Friendly Tourism. While, Moslem
Friendly Tourism Services Included “ Halal Food, halal drink all services such
as a place for taking a pray ( Mosque), and a toilet. Must be clean and is not
dirty.
Konsep pariwisata ramah muslim merupakan konsep pariwisata yang bukan hanya berkiblat dari Sapta Pesona saja tetapi pariwisata ramah muslim berkaitan dengan beberapa subsstektor pada pariwisata ekonomi kreatif di Indonesia termasuk diantaranya berkaitan dengan kuliner, fashion, musik, seni rupa seperti kaligrafi, media informasi lainnya seperti tv, radio dan lainnya. Sehingga pariwisata saat ini bukan hanya dikelola oleh para akademsii dan praktisi yang hanya memahami keilmuan pariwisata saja. Ini adalah persepsi yang salah jika ada orang yang menganggap seperti itu. Pariwisata saat ini adalah pariwisata menuju ekonomi kreatif sehingga seluruh komponen dengan bermacam- macam bidang keilmuan bisa dilibatkan.

Sebelum merintis wisata ramah muslim ( Halal) tentu saja akademisi dan tim LPH UIN KHAS Jember harus bekerja keras untuk bersosialisasi tentang konsep pariwisata yang pelayanannya ramah bukan hanya ramah terhadap muslim tetapi juga ramah terhadap non muslim.Produk- produk yang dijual terutama makanan dan minumannya sudah memenuhi standarisasi halal yang telah ditetapkan oleh BPJPH. Upaya - upaya ini sudah dilakukan dalam acara Jambore Asosiasi POKDARWIS kabupaten Banyuwangi serta para pengelola destinasi wisata baik desa wisata dan lainnya. Upaya Sosialisi ini tidak hanya dilakukan sekali saja tetapi tidak menutup kemungkinan sosialisi akan dilakukan disetiap kepengurusan POKDARWIS disetiap korwil yang ada di Kabupaten Banyuwangi.
Ada beberapa alasan kenapa akademisi dan LPH melibatkan POKDARWIS dalam kegiatan ini, hal ini karena POKDARWIS mampu menjadi roda penggeak yang cukup tepat dan efisien untuk terbentuknya beberapa destinasi wisata Ramah Muslim ( halal) seperti yang diharapkan oleh bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi yaitu Bapak M.Y Barmuda.,S.sos.,M.BA.,MM.
Te
Be Berapa Langkah dalam mengembangkan Pariwisata Ramah Muslim di Banyuwangi meliputi;
1. Memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat khususnya Banyuwangi tentang konsep Pariwisata Halal
2. Mengembangkan beberapa destinasi dan potensi Parwisata Ramah Muslim di Banyuwangi
3. Memunculkan beberapa atraksi wisata yang sopan dan tidak mengandung unsur pornografi dan unsur sara
4. selalu memperhatikan aksesibilitas menuju destinasi dan di kawasan destinasi
Konsep Pariwisata ramah Muslim (halal ) mampu menyediakan layanan yang baik khususnya berkaitan dengan ibadahnya yang terjamin, kebersihannya yang terjamin, Makanan dan minumannya yang terjamin, atraksinya lebih menunjukkan budaya muslim dan lainnya.
1. Pariwisata Ramah Muslim ( halal) bisa maju jika masyarakat, pemerintah, akademisi. pihak swasta sebagai pemilik modal atau investor, media mendukung kegiatan tersebut. Adapun Tahapan dalam merintis pariwisata ramah Muslim ( Halal) yaitu adanya komitmen dari sebuah destinasi untuk senantiasa berkoordinasi dengan akademisi dan tim LPH UIN Khas Jember dan siap didampingi. Sehingga akademisi dan tim LPH UIN Khas Jember bisa memetakan dengan mudah destinasi wisata mana saja yang siap untuk menjadi destinasi pariwisata Ramah Muslim ( halal).
4. Adapun Penyelenggaraan sertifikasi Halal disebuah destinasi bisa d ilakukan secara selfdeclare atau jalur reguler. Self Declare merupakan program kepengurusan yang digratiskan dari BPJPH hal ini berkaitan dengan produk UMKM baik makanan maupun minumnan ringan dalam bentuk kemasan. Adapun warung- warung-warung yang ada diseputaran destinasi Wisata Ramah muslim bisa juga mengajukan Sertifikasi halal melalui jalur reguler. .
Hasil dari Feedback Sosiaslisasi ke POKDARWIS dan pelaku wisata di Kabupaten Banyuwangi tentang Pariwisata Ramah Muslim ini kemudian di laporkan ke UIN Jember dan PEMDA Banyuwangi. Hal ini sesuai yang diharapkan oleh kedua lembaga tersebut. termasuk dari Wabup Banyuwangi bapak H. Sugirah.,S,Pd.,M.SI yang menghendaki agar hasil sosialiasi tentang Pariwisata ramah Muslim dan hasil diskusi dengan Asosiasi POKDARWIS dan para pelaku wisata agar segera dilaporkan ke PEMDA Banyuwangi termasuk hal yang berkaitan dengan saran, masukan dan lainnya dari para pelaku Wisata.
Sementara itu harapan dari Ketua Asosiasi POKDARWIS dan Pengusrus Aosiasi POKDARWIS Bapak abdul Aziz dan juga selaku Pengelola Destinasi wisata GWD ( Grand Watudodol) dan Bapak Bagoes Djoko sebagai Pengurus POKDARWIS dan juga sebagai Pengela De Djawatan serta bapak Rachman sebagai Pengelola Wisata Banyuanyar serta Bapak Abdurrahman selaku pengelola desa Wisata Gombengsari bahwa kegiatan Sosialisasi ini tidak hanya sekali karena menurut mereka dan para pelaku wisata lainnya yang terdapat di masing- masing Korwil bahwa kegiatan ini harus benar benar diketahui dan dipraktikkan oleh masyarakat Banyuwangi termasuk akadimisi dan TIM LPH UIN Khas Jember diharapkan sering ke Banyuwangi dalam rangka memberikan sosialisasi baik seara teori maupun praktik baik dalam bentuk seminar, FGD maupun lainnya .
Akademisi dan Tim UIN Khas Jember melakukan Tracking Wisata bersama POKDARWIS Korwil Selatan mulai dari Pulai Merah, Pantai Mustika hingga Pantai Wedi Ireng Menyadari itu kami dari akademisi dan tim LPH dari UIN Khas Jember mencoba untuk memetakan kira- kira destinasi mana saja yang siap kita bantu konsepnya untuk menjadi wisata Ramah Muslimm( halal) di Banyuwangi terlebih dahulu. syukur- syukur semua destinasi siap untuk dikembangkan menjadi Pariwisata Ramah Muslim sebagaimana yang diharapakan oleh Kadispudpar Banyuwangi bapakm.M.Y Bramuda., S.sos.,M.BA.,MM. Tentu saja konsep yang kita tawarkan adalah konsep Pariwisata Ramah muslim ( Halal) yang berkaitan dengan pelayananan dan produk. Sehingga tidak ada kesan ekstrim bagi sebuah destinasi dan destinasi tersebut tidak hanya diperuntukkan kepada masyarakat muslim saja tetapi non muslim juga lebih merasa nyaman didestinasi tersebut karena semua pelayananan dan produk bisa tercukupi dengan optimal terutama bagi para wisatawan.
Komentar
Posting Komentar