Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

PERAN PENTING LINGUSITICS DALAM TERJEMAHAN DAN LINGSITICS DALAM PENERAPANNYA BY.Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd

Alhamdulillah dua buku persembahan Purnabakti dari Prof. DR. DRs. Ida Bagus Putra Yadnya.,M.A telah publikasi pertanggal 25 Desember 2022 dan  .      Tulisan ini saya persembahkan kepada dua guru besar saya Prof,DR. DRS. IDA Bagus PUtra .  Pura Yadnya seorang professor yang ahli d ibindang Translation ( terjemahan) , dan Prof Made Budiarsa seorang Professor yang ahli dibidang Applid Lingusitics baik Applied Lingustics for Education maupun Applied Lingusitics for Tourism.  Kedua Professor ayang telah saya tulis adalah dosen saya di Fakultas Ilmu Budaya . Prodi S3 Ilmu Lingusitics. Teringat apa yang dijelaskan dan disampaikan Prof Putra yandnya bahwa  Ilmu Lingusitics memiliki peran pening dalam hal menterjemahkan karena hal ini beekaitan dengan pendalaman secara mikro dan makro lingusitics. Seorang penterjemah pasti harus memiliki kemampuan yang bagus khusunya dibidang terjemahan. Sementara itu Penterjemahan itu erat kaitannya dengan bebeeapa aspek...

KONSEP PARIWISATA RAMAH MUSLIM ( HALAL ) DI DESTINASI WISATA DAN DESA WISATA di BANYUWANGI by : Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd

Gambar
                               Dokumentasi bersama Tim LPH, Wakil Bupati Banyuwangi H. Sugirah .,S.Pd .,M.SI , Panitia Jambore Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi             Konsep Pariwisata Ramah Musilm ( Halal ) merupakan konsep yang dirancang dan digodok oleh akademisi dan  Tim LPH UIN Khas Jember dengan selalu berkoordinasi ke PEMDA Banyuwangi melalui Sekretaris Daerah asisten bidang Perekonomian, Asosiasi POKDARWIS Kabupaten Banyuwangi, dan juga melibatkan hampir seluruh SKPD di Kabupaten Banyuwangi serta juga melibatkan isntitusi yang bersinggungan dengan destinai wisata dan konsep pariwisata Ramah Muslim termasuk  Perhutani, Kementrian Agama bahkan Taman Nasional dan Asosiasi PHRI.   Pariwisata Ramah muslim ( halal) bukan hanya menciptakan pariwisata yang hanya dikhususkan kepada wisatawan Muslim saja tepati pariwisata ramah mu...

Desa Wisata tidak karena Simbol Penghargaan saja . By Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.,M.Pd

Gambar
      Berdiskusi antara akademisi UIN Khas Jember, Kabid Budaya, Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Perangkat Desa dan  pengelola Dsa Wisata   Predikat sebagai desa wisata yang maju, inspiratif  dan berkelanjutan merupakan idaman bagi setiap desa.Hal ini bisa menjadi pemicu bagi setiap desa dalam rangka mengejar untuk mendapatkan anugerah desa wisata tersebut menjadi desa yang diharapkan. Suatu desa wisata dikatakan sukses tidak hanya karena prestasinya atau seringnya mendapatkan penghargaan baik mendapat anugerah dari  tingkat daerah, nasional maupun Internasional dan anugerah- anugerah lainnya. Akan tetapi desa yang maju dan mandiri adalah desa yang mampu berpihak pada ekonomi kerakyatan. Dimana masyarakat mampu merasakan dampak dari pembangunan dari desa wisata tersebut.  Desa wisata terbagi atas tiga tingkatan antara lain; desa wisata rintisan, desa wisata berkembang dan desa wisata maju atau...

PRINSIP MEMABNGUN DESA wISATA YANG BERKELANJUTAN

 untuk mendapatkan predikat sebagai desa yang maju dan berkelanjutan tentu saja harus ditunjang dengan kesadaran SDM pengeloaanya, Suatu Desa dikatakan sukses itu tidak hanya karena mendapatkan predikat sebagai dsa i