KAJIAN MAKRO LINGUISTIK TERHADAP SEMIOTIK PADA DESTINASI WISATA DI DESA SIDOMULYO, KECAMATAN SILO JEMBER

      By ; Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd 

                Dosen UIN Khas Jember  


    Simbol-simbol bahasa  desa wisata Sidomulyo. Simbol- simbol tersebut  bisa didapatkan dari alam, manusia dan budaya.  Hal ini sangat menarik  mengingat banyak sekali yang bisa digali dari desa Sidomulyo. 

   Tugu masuk desa Sidomulyo sangatlah besar dan ini melambangkan simbol betapa siapnya desa Sidomulyo  dalam menyambut wisatawan untuk datang ke desa tersebut. Sepanjang jalan menuju Darungan terbentang  pohon-pohon Pinus dan sungai bening yang mengalir mengitari desa tersebut. keduanya melambangkan betapa alam juga siap menyambut para wisatawan masuk ke desa tersebut. sepanjang perjalanan masuk ke Desa Sidomulyo disana berjejer rumah- rumah yang bagus, rapi, bersih dan hampir tertata dengan indahnya karena sepanjang perjalanan terkadang disetiap depan rumah ditanamai bunga- bunga yang sangat menarik. Bahkan sepanjang perjalanan masyarakatnya masih memiliki tradisi dan budaya yang jarang dijumpai di desa-desa lainnya.  Kedasaran masyarakatnya tentang dampak pariwisata juga sudah mulai meningkat ,  Contoh    masyarakat  mulai sadar untuk tidak  menjemur kopi, pakaian-pakaian disekitar jalan atau di depan rumahnya terutama rumah-rumah yang terletak di depan jalan utama menuju sepanjang destinasi wisata destinasi wisata.     

     Hubungan komunikasi masyarakatnya dengan yang lain terutama dengan wisatawan juga sangatlah  ramah. Meski terkadang komunikasi mereka hanya disampaikan melalui simbol-simbol bahasa seperti   anggukan, senyum, berjabat tangan dengan ikhlas dari dalam lubuk hatinya. 

    Masuk ke balai Desa juga disambut dengan bahasa yang santun, ramah  bahwa mereka sangat senang  dikunjungi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember melalui Sekdin,  kabid Destinasi Wisata, Kabid Ekonomi Kreatif, dan dari empat tim assesmen lintas Perguruan tinggi yang   meliputi    UIN, UNEJ, POLIJE dan UNMU.

    Terdapat beberapa UMKM2 di Desa Sidomulto . UMKM2 yang berbentuk makanan dan minuman yang dihasilkan oleh warga merupakan simbol bahwa UMKM tersebut adalah murni dari hasil komoditi yang ditanam oleh warga. Hasil komoditi tersebut kemudian dikembangkan menjadi bentuk produk dari usahanya.Hasil produksi dari UMKM yang sudah memiliki izin PIRT antara lain kripik talas, kripik Singkong, krimpik Pisang dan ting-ting jahe. Sementara itu jenis minuman serbuk seperti kunir, jahe instant. Jenis makanan seperti pecel dan roti juga belum mendapatkan ijin PIRT. Ada juga produk yang saat ini lagi berproses  adalah Cako. Cako adalah jenis makanan yang  lagi di proses. Produk baru ini merupakan ide dan gagasan mahasiswa KKN UIN Khas Jember tahun 2022. Cako ini meliputi Steak kopi dan Ice kopi. Terdapat hampir 50% produk usaha yang sudah mendapatkan izin PIRT dan sisanya masih dalam  proses  perizinan termasuk halalnya. Selain produk makanan dan minuman  terdapat juga produk kerajinan   tangan seperti pahatan kayu, ukiran kayu,batik yang meliputi eko print, batik tulis dan batik cap. Batik-  batik ini juga memiliki esensi makna yang mendalam. Kisaran harga batik eko print di Sidomulyo dari     harga Rp, 350.000 hingga Rp. 500.000, harga batik cap kisaran 150- 250 ribu dan batik tulis kisaran 250 ke atas.        

Selain produk UMKM terdapat pula beberapa destinasi wisata alam buatan dan wisata alam natural. Konsep wisata alam buatan  berupa konsep wisata alam berupa hamparan cafe  yang terletak di tengah sawah.  Hal yang menarik karena konstruksinya  tidak mengurangi  fungsi dari lahan sawah tersebut. Wisata Cafe sawah ini juga bisa dijadikan sopt- spot selfie sehingga bisa menambah keindahan dari destinasi wisata tersebut baik alamnya maupun kulinernya.  

Selain wisata alam buatan juga terdapat wisata alam termasuk diantaranya adalah wisata sendang Tirto gumitir. Sendang ini merupakan wisata alam pemandian yang sengaja dikonsep menjadi pemandian yang natural seperti pada jaman- jaman kerajaan. Konsep ini sangat dirindukan bagi wisatawan dan ini merupakan konsep yang unik.  Lokasi pemadiannya berada di tengah hutan dan sendang  ini memang memiliki ciri khas yang begitu menarik karena terdapat tujuh pancuran mata air yang begitu besar.



 

Agro tourism yang cukup memadai di Kawasan Desa Sidoumulyo ini termasuk diantaranya terdapat tiga varian kopi antara lainkopi robusta, Kopi arabika dan kopi Liberalika.  Sementara eko tourism nya terdapat Raja Domba.Raja domba disini terdapat beberapa varian domba yang dibudidayakan oleh masyarakat, dan banyak pula para TNI yang membudidayakan domba-dombanya di desa ini. Sementara BUMDES juga memeliharaan sekitar 1500 domba juga untuk ketahanan pangan dari masyarakat Sidomulyo.  Domba - domba yang terdapat di Desa Sidomulyo antara lain ; domba Sulfok, domba dormas, domba Ekor besar, domba Murino, domba Suppass, domba crossing dan domba Texel


             


                Hal yang menjadi catatan bagi Desa Sidomulyo) 

1.       Pembentukan kepengursan POKDARWIS harusnya diikat dengan Perdes

2.       POKDARWIS lebih optimalnya adalah satu desa satu POKDARWIS hal ini untuk meminimalisir permasalahan internal di lapangan antar POKDARWIS di setiap Dusun

3.       Beberapa UMKM masih belum mendapatkan izin PIRT dari Dinas Kesehatan dan sebagian lagi sudah mendapatkan izin PIRT

4.       100% UMKM belum mendapatkan sertifikasi  dari BPJPH 

5.       CHSE (Clean, Health, service, Environment) perlu di tingkatkan

6.   Kesadaran masyarakat tentang dampak dari pariwisata untuk meningkatkan perekonomian mereka masih perlu ditingkatkan lagi

7.  Perlunya pembinaan kepengurusan POKDARWIS mengingat banyaknya yang belum memahami bagaimana POKDARWIS bermitra dengan BUMDES dan lainnya  

8.       Perlunya pengawalan Perdes dalam pengembangan Desa wisata oleh Akademisi mengingat awamnya masyarakat dalam upaya memahami tentang pengembangan desanya menuju desa wisata   

9.  TIC/ Tourist Information Centre  bisa dikembangkan atau dibangun di sebelah Gapura besar pintu masuk desa Sidomulyo sementara sebelah pintu gapura yang satunya bisa dibangun untuk display dari produk  UMKM-UMKM yang dihasilkan masyarakat Sidomulyo.

10.       Ucapan welcome to Sidomulyo Desa wisata yang memperlihatkan tentang profil desa bisa  dipasang di sepanjang  jalan gapura arah Banyuwangi Jember dan sebaliknya dalam bentuk media iklan ( outdoor advertising) seperti Billboard advertising, baliho, megatron, vidio tron dan lainnya. Pemasaran melalui media ini bisa mewakili bahasa promosi yang memiliki pesan lebih mengena karena secara visual, wisatawan langsung merespon desa wisata  Sidomulyo melalui gambar, vidio  dan  suara. secara langsung.

 


    

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

H2S FOR TOURISM DEVELOPMENT IN BANYUWANGI ; by Dr. inayatul Mukarromah., S.S., M.Pd

THE COOPERATION IN THE DEVELOPMENT OF H2S TOURISM (HALAL, HYGIENIC, AND HEALTHY), THE DEVELOPMENT OF HERITAGE AND RELIGION TOURISM BETWEEN THE REGIONAL GOVERNMENT OF BANYUWANGI AND UIN KHAS JEMBER