PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA OLEH KKN POSKO 31 DI DESA DARUNGAN KECAMATAN TANGGUL JEMBER

 

Dalam era globalisasi sekarang ini, bidang pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menunjang pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini dicanangkan selain sebagai salah satu sumber penghasil devisa yang cukup andal, juga merupakan sektor  yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan investasi bahkan dari sektor Pariwisata juga mampu mendongkrak Perekonomian masyarakat khususnya di kawasan Desa-desa Wisata. Untuk mengembangkan sektor ini pemerintah berusaha keras membuat rencana dan berbagai kebijakan yang mendukung ke arah kemajuan sektor ini. Salah satu kebijakan tersebut adalah menggali, menginventarisir dan mengembangkan obyek-obyek wisata yang ada sebagai daya tarik utama bagi wisatawan. Di setiap daerah pastinya memiliki nilai lebih dan menjadi daya tarik tersendiri antara lain; dari potensi alamnya, seni, adat, budaya, kuliner, kerajinan tangan, sejarah dan lainnya. Daya tarik tersebut merupakan hal yang memerlukan pengelolaan dalam pengembangan yang berkala dan berkelanjutan, karena dari hal yang sederhana tersebut masyarakat dapat mengambil manfaat. 

Sebenarnya ada 3 aktor penting yang menggerakkan sistem pariwisata, yakni Masyarakat, Swasta dan Pemerintah. Semua komponen tersebut harus berjalan beriringan dan perlu koordinasi yang bagus dalam mengembangkan pariwisata di suatu tempat. Ketika salah satu komponen bergerak sendirian, maka hasil yang di dapat tidak optimal dan tidak sesuai target yang diinginkan. Sehingga dalam hal ini Pariwisata bukan individu tapi pariwisata harus bekerja bersama, saling membantu, tidak ada idealisme atau egoisme jika suatu potensi ingin maju dan berkembang. Pariwisata harus ramah, nyaman dan bersih. 




Dalam hal ini persoalan pengembangan kemitraan dan kerjasama, menjadi persoalan tersendiri mengingat perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh seluruh komponen pelaku di bidang periwisata, baik dari sisi permodalan, sumberdaya manusia, maupun jejaring yang dapat dikembangkan memalui dukungan teknologi dan informasi, menyangkut tata kelola keuangan, kawasan pariwisata, marketing maupun dalam ranah kebijakan tata kelola pariwisata berbasis kemitraan tourism based collaborative governance” (Sandiasa, 2019: 3).

Masyarakat merupakan salah satu stakeholder dalam dunia pariwisata   yang mempunyai sumber daya yang dimiliki, berupa adat istiadat, tradisi dan  budaya, serta kedudukannya sebagai tuan rumah. Selain itu masyarakat juga   sekaligus dapat berperan sebagai pelaku pengembangan pariwisata sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Hal tersebut menunjukan bahwa kedudukan masyarakat yang memiliki peran yang strategis dalam upaya pengembangan pariwisata di suatu daerah.

Pokdarwis merupakan salah satu unsur pemangku kepentingan yang berasal dari masyarakat yang tentunya memiliki peran strategis dalam mengembangkan serta mengelola potensi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki suatu daerah untuk menjadi daerah tujuan wisata. Peran dari Pokdarwis adalah sebagai penggerak sadar wisata dan Sapta Pesona di lingkungan daerah wisata, untuk meningkatkan pemahaman kepariwisataan, meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata, dan mensukseskan pembangunan pariwisata. Maka dari itu dengan adanya Pokdarwis di suatu daerah tentunya dapat mendorong dalam membangun, mengembangkan dan memajukan kepariwisataan dan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

Desa merupakan kesatuan terkecil pemerintah di Indonesia memiliki potensi yang harus dikembangkan.Tolak ukur keberhasilan pembangunan didesa terlihat dari adanya perubahan yang mengarah pada perilaku, ekonomi, dan mental yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung. (Rupini, 2018: 46).

  Darungan merupakan obyek wisata alam, religi dan sejarah serta wisata agro. Desa Darungan merupakan desa rintisan wisata. Dari pencanangan tersebut muncul tugas baru dalam mengembangkan desa wisata tersebut agar lebih menarik para wisatawan. Dan yang paling berperan dalam pengembangan tersebut adalah pihak Pemerintah Kabupaten, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Jember, akademisi dan masyarakat.  

    POKDARWIS adalah kepanjangan dari kelompok sadar wisata. POKDARWIS adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat melalui Musyawarah Desa. Musyawarah desa dilakukan di desa darungan untuk membentuk POKDARWIS dipimpin langsung oleh Kepala Desa dan diikuiti oleh para perangkat desa yang meliputi ;  Kepala Desa, Sekretaris desa, BUMDES, BPD, LBH, PCNU Desa Darungan  Kecamatan Tanggul. 

    Pembentukan POKDARWIS yang diprakarsai oleh mahasiswa UIN Khas Jember  Posko 31 ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan dosen DPL dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Darungan. Potensi - potensi tersebut meliputi potensi alam, potensi sejarah dan bebagai macam komoditi yang terdapat di desa Darungan kecamatan Tanggul Kabupaten. Terdapat beberapa UMKM yang sudah dikelola oleh masyarakat di desa Darungan.

    POKDARWIS merupakan bagian dari binaan Dinas pariwisata dan Budaya di kabupaten Jember. Beberapa susunan kepengurusan terbentuk dimana ketuanya adalah pengurus dari PCNUyaitu Ustadz Abu Hasan. 

Adapun Susunan Kepengurusan POKDARWIS yang terdapat di Desa darungan meliputi; 

1.Ketua 

2 Sekretaris 

3. Bendahara ( Bumdes atau  BPD)Koordinator Bidang/ PIC:

4. Agama, seni adat dan budaya ( Tokoh agama, budayawan,tokoh masyarakat)

5. Keamanan dan ketertiban  ( pemuda dan linmas)

6. kebersihan, keindahan, kenyaman ( ketua RT, karang taruna, pkk)

7. Kenangan, Humas dan Marketing  ( yang membidangi)

8. Ekonomi Krearif dan UMKM ( pengusaha di Desa Darungan) 

9. Agro Wisata dan Komoditi ( ahli Pertanian di Desa Darungan) 

10. Eko wisata ( ahli peternakan di Desa Darungan dan dinas pengairan)

11. Destinasi alam ( Kehutanan / LMDH) 

12. Destinasi Sejarah ( Religi/ tokoh agama,budayawan, tokoh masy) 

13. Destinasi kuliner dan oleh2 (remaja dan pkk)

14. Kerajinan Tangan handicraft ( anyaman, pahatan dll) 

15. Kerajinan tangan Garmen dan jahit ( batik tulis atau batik cap )


Setelah pembentukan POKDARWIS dilanjutkan dengan perjanjian kerjasama antara Kepala Desa Darungan dengan UIN Khas Jember yang ditandatangani langsung oleh Kepala Desa Darungan dan disaksikaln oleh perwakilan dari kementrian desa dan Ketua POKDARWIS Terpilih, BUMDES, BPD, Karangtaruna dan tokoh masyarakat    

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

H2S FOR TOURISM DEVELOPMENT IN BANYUWANGI ; by Dr. inayatul Mukarromah., S.S., M.Pd

THE COOPERATION IN THE DEVELOPMENT OF H2S TOURISM (HALAL, HYGIENIC, AND HEALTHY), THE DEVELOPMENT OF HERITAGE AND RELIGION TOURISM BETWEEN THE REGIONAL GOVERNMENT OF BANYUWANGI AND UIN KHAS JEMBER