DESA YANG SIGAP UNTUK MENUJU DESA WISATA ADALAH DESA YANG MAMPU BEKOLABORASI DENGAN PEMERINTAH, AKADEMISI DAN PRAKTISI . Oleh Dr. Inayatul Mukarromah .,S.S.,M.Pd
Pembentukan
dan Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Jember oleh Kepala Dinas Pariwisata
dan budaya sebagai berikut :
Pelaksaan rapat langsung dipimpin oleh Kadisparbud Kabupaten Jember. pada hari Jumat, tanggal 1
Juli 2022 pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 11.30, di Ruang Disparbud Jalan Jawa No. 74 Jember.
Adapun peserta Rapat terdiri atas ;
1) Tim Ahli Bupati Bidang Pariwisata
2) Tim Ahli Pendamping Desa
3) Perwakilan Bappeda
4) Perwakilan Dinas Pemberdayaan
Masyarakat dan Desa
5) Dinas Perindustrian dan Perdagangan
6) Ka. Dinas Koperasi dan
7) Ka. Prodi Usaha Perjalanan Wisata
Universitas Jember
8) Ka. Prodi Destinasi Pariwisata
Politeknik Negeri Jember
9) Ka. Prodi Perhotelan Universitas
Muhammadiyah Jember
10) Delegasi dari LP2M Universitas Islam Negeri Jember
11) Camat Wuluhan
12) Sekretaris Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kab. Jember
13) Kabid. Budaya Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kab. Jember
14) Kabid. Ekonomi Kreatif Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Jember
15) Kabid. Pariwisata
Kegiatan-kegiatan semacam sangat didukung empat Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta yang terdapat di kota Jember. Dari UIN KHAS Jember yang diwakili oleh ibu Dr. Inayatul Mukarromah.,S.S.M.Pd, Dari UNEJ yang diwakili oleh Bapak Dr. Wheny Khristianto., S. Sos., M.AB dan Bapak Pandu Satria Hutama., S.ST. Par., M.Sc, dari UNMU yang diwakili oleh Bapak Reza Syah Riza Octavy Sandy., SE., S.kom, M.Si dan dari POLIJE yang diwakili oleh Bapak Mushtofa Kamal., S. Par.,M. Par dari Polteknik Negeri Jember.
Dukungan berupa pendampingan dari akademisi semacam ini merupakan bentuk kegiatan pengabdian yang sangat positif untuk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember.
Berdasarkan penetapan dari Disbudpar bahwa terdapat dua puluh tiga desa wisata yang memilki status sebagai Desa berkembang, maju dan Mandiri di kabupaten Jember. Dan terdapat tiga desa yang diusulkan menjadi desa wisata oleh para akademisi.
Sementara itu saya sendiri sebagai delegasi dari UIN KHAS Jember mengusulkan Desa Darungan yang berlokasi di Kecamatan Tanggul sebagai Desa wisata. Tentunya sebelum mengusulan desa tersebut menjadi desa wisata, karena desa tersebut memilki potensi. Sebelumnya saya mencoba observasi awal dimana secara kebetulan saya menjadi DPL KKN UIN KHAS pada POSKO 31 yang berlokasi di desa tersebut. Tentu saja saya mengkajinya berdasarkan kehidupan letak geografisnya serta melihat potensi apa saja yang miliki sehingga nanatinya bisa dikembangkan oleh desa tersebut.
Sedangkan menurut saya pribadi bahwa pariwisata itu tidak lepas dari beberapa unsur yang meliputi; Bahasa, budaya, seni, adat dan sejarah serta ekonomi. Oleh karena itu terdapat beberapa pertanyaan dan jawaban dari saya sendiri tentang pariwisata.
1.
Pariwisata adalah Entrepreneurship. Kenapa Demikian ?
2.
Pariwisata adalah leading sektornya
perekonomian. Kenapa demikian ?
3.
Pariwisata adalah multidispliner keilmuan.
Kenapa Demikian ?
4.
Pariwisata saat ini bukan konvensional lagi.
Kenapa demikian?
5.
Pariwisata harus Terintegrasi. Kenapa demikian ?
Berikut ulasan yang bisa saya tulis berdasarkan pengalaman saya secara
akademisi dan praktisi.
1. Pariwisata adalah Entrepreneurship. Karena
segala jenis usaha dari usaha menengah ke bawah hingga ke atas bisa dijalankan
dengan bisnis Pariwisata.
2. Pariwisata adalah Leading sektornya
perekonomian. Karena sektor-sektor pariwisata mampu menjadi motor
penggerak perekonomian.
3. Pariwisata adalah multidisipliner keilmuan, karena
pariwisata modern adalah pariwisata yang mengikuti perkembangan zaman.
Pariwisata yang dikelola dengan berbagai macam bidang ilmu dan itu bukan hanya
bidang ilmu pariwisata, Bahasa, budaya, seni saja tetapi masih banyak sekali
bidang-bidang lainnya seperti; Biologi, Sosiologi, Antropologi, geografi,
filologi, arkeologi, Sejarah, Agama, ikeilmuan tekhnik yang meliputi tekhnik
industri pertanian, perkebunan, mesin, computer, Rekayasa Perangkat lunak, teknologi informasi, elektro, bangunan
dan lainnya.
4. Pariwisata saat ini bukanlah pariwisata yang
konvensional. Karena pariwisata harus ditunjang dengan berbagai bidang
multidisipilner keilmuan dan pariwisata saat ini bersifat digital. Dimana para calon
wisatawan saat ini sudah searching terlebih dahulu tentang destinasi yang akan
dikunjungi serta hal yang berkaitan dengan akomodasi dan lainnya.
5.
Pariwisata harus terintegrasi. Karena pariwisata harus mampu merangkul semua elemen
baik dari SDM, Pemerintah, akademisi, Swasta, POKDARWIS, UMKM, PHRI ,
BUMDES, masyarakat, Perkebunan, Kehutanan
dan Taman Nasional.
Menurut pendapat saya. Desa Wisata merupakan definisi yang berbeda
dengan Wisata Desa. Desa wisata itu pemahamannya
lebih luas. Desa wisata tersebut bukan hanya karena wilayahnya berada di Desa
saja. Tetapi desa wisata juga bisa masuk wilayah perkotaan. Salah satu contoh
desa wisata yang terdapat di tengah kota Banyuwangi antara lain; kampung
Mandar, Karangrejo, Lateng, Tamanbaru dan Temenggungan. Sementara itu di
Banyuwangi sendiri sudah terdapat 99 desa wisata baik yang berstatus rintisan,
berkembang, maju. Mandiri dan insfiratif. Tentu saja untuk mencapai desa
rintisan saja perlu perjuangan yang esktra keras terlebih lagi hingga menuju ke desa mandiri dan inpiratif
seperti desa Tamansari Kecamatan Licin Banyuwangi. Desa Tersebut selain menjadi
Desa mandiri dan isnpiratif. Desa Tamansari juga merupakan Desa yang masuk katagori
Desa Wisata Tingkat Nasional. Diperlukan
perjuangan dan assessment yang sangat mendalam dalam menentukan katagori Desa
menjadi desa wisata. Termasuk faktor pendukung utamanya, Jenis katagorinya dan status klasifikasinya.Dan penentuan desa wisata itu harus adanya SK yang diterbitkan oleh Bupati.
Desa Wisata adalah desa yang harus dibangun
berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Sehingga kita sebagai
akademisi jangan sampai menghegemoni masyarakatnya serta wilayahnya menjadi
yang kita inginkan. Tetapi melihat potensi apa saja yang terdapatdi desa
tersebut terlebih dahulu kemudian mendiskuskannya dengan masyarakat. Hal ini
karena setiap desa secara sosial masyarakatnya, geografi wilayahnya memiliki
perbedaan antar desa yang satu dengan desa yang lain. Misalnya dari potensi alam, sejarah, kuliner,
UMKM, Seni dan budaya serta bahasanya.
Desa wisata bisa maju pesat jika didukung oleh empat komponen. Pertama adalah dukungan dari masyarakat, pengeloaan potensi dengan baik, akses jalan dan atraksi yang disiapkan. Desa Wisata bisa maju jika antar masyarakat, pemerintah, akademisi, Praktisi, Karang Taruna, POKDARWIS, BUMDES dan lainnya serta sama-sama saling membantu untuk saling memberi support agar desa tersebut menjadi desa berkembang, maju bahkan menjadi desa yang mandiri secara ekonomi.
Semoga apa yang saya tulis ini bisa membawa manfaat bagi semua. Dan apa yang saya tulis ini tentu saja berdasarkan pengalaman saya secara akademisi dan praktisi sejak 1996 sejak saya melanjutkan studi di Diploma Perhotelan dan magang di Perhotelan, studi di S1 sastra Inggris dengan mendapatkan keilmuan pariwisata serta magang di bandara Angakasa Pura Internasional Suekarno-Hatta Jakarta pada bagian international arrival and departure, dan S3 Ilmu Linguistics. Karena linguistics dan pariwisata merupakan simbiosisme dan mutulaisme yang saling berhubungan dan membutuhkan, baik linguistics secara mikro maupun makro. Adapun secara praktisi alhamduliallah sejak 2006 sayapun sudah berkecipung di dunia pariwisata dan desa wisata termasuk menjadi ketua POKDARWIS di Banyuwangi tahun 2006 dan satu-satunya POKDARWIS yang pada saat itu yang terdapat di Kecamatan Licin yang berfokus pada tujuh desa di kecamatan licin termasuk diantaranya desa Tamansari, desa licin, desa Segobang, Desa Banjar, Desa Jelun, desa Gumuk dan desa Keluncing serta mewakili kabupaten Banyuwangi karena pada saat itu satu- satunya POKDARWIS hanya terdapat di Kecamatan Licin. Semua butuh proses, perjuangan dan keihlasan untuk membangun desa menjadi desa wisata.
Selamat berjuang kawan. Karena Pariwisata adalah Ekonomi. Maka dari itu kembangkan setiap potensi anda di desa anda.
Thank kepada ibu Kabid Parekraf an ibu kabid Pariwisata atas jamuan makan siangnya di Green café.
Dear me………………………………
Inayatul
Mukarromah ( UIN KHAS Jember)




Komentar
Posting Komentar